SMAN 2 Ponorogo Raih Predikat Sekolah Moderasi Beragama Favorit Jawa Timur 2025
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Menutup tahun 2025 dengan prestasi membanggakan, SMAN 2 Ponorogo kembali menorehkan catatan emas di dunia pendidikan. Sekolah yang akrab disapa Smada ini resmi dinobatkan sebagai Sekolah Moderasi Beragama Kategori Favorit tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025 oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut menjadi kado manis di penghujung tahun sekaligus bentuk apresiasi atas konsistensi SMAN 2 Ponorogo dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah. Sebuah capaian yang tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan seluruh elemen sekolah.
Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, M.Pd, mengaku bersyukur atas pengakuan tersebut. Menurutnya, predikat ini menjadi bukti bahwa apa yang selama ini dilakukan sekolah berjalan di jalur yang benar.
“Kami sangat bersyukur. Penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya kami dalam membangun budaya sekolah yang inklusif dan toleran mendapat apresiasi. Ini bukan hasil kerja satu orang, tetapi kerja bersama seluruh warga sekolah,” ujar Mursid saat ditemui, Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif berbagai stakeholder sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, komite, hingga orang tua siswa. Semua berkontribusi dalam membangun iklim pendidikan yang sehat dan harmonis.
SMAN 2 Ponorogo memang sejak lama mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sekolah. Nilai tersebut tidak hanya diajarkan secara konseptual, tetapi dipraktikkan dalam keseharian, dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, toleran, adil, dan berimbang dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama masing-masing.
Sekolah ini menjadi miniatur keberagaman Indonesia. Di SMAN 2 Ponorogo, siswa berasal dari latar belakang agama yang berbeda—Islam, Katolik, dan Kristen—begitu pula para guru dan tenaga pendidiknya. Perbedaan tersebut bukan menjadi sekat, melainkan ruang belajar bersama tentang saling menghormati dan memahami.
Melalui pendekatan tersebut, SMAN 2 Ponorogo berupaya menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai toleransi, menolak segala bentuk kekerasan, mencegah perundungan (bullying), serta menumbuhkan komitmen kebangsaan guna memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
“Moderasi beragama bukan sekadar slogan. Ini tentang bagaimana kami membangun sikap saling menghargai dalam keseharian, baik di ruang kelas maupun di luar kelas,” imbuh Mursid.
Predikat Sekolah Moderasi Beragama Favorit tingkat Provinsi Jawa Timur ini sekaligus menjadi tantangan bagi SMAN 2 Ponorogo untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas praktik toleransi yang telah berjalan. Lebih dari sekadar prestasi, capaian ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal membangun karakter dan kemanusiaan.
Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan, SMAN 2 Ponorogo membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi ruang aman, damai, dan inklusif—tempat keberagaman dirawat, bukan dipertentangkan.
Penulis : Nanang
