BREAKING NEWS

Aktivis Geram Pernyataan BBWS Solo, Jalan Rusak Pascaproyek Irigasi Ngrupit Diminta Segera Diperbaiki

Endar Riyanto, warga Ngrupit sekaligus aktivis di Ponorogo mengaku geram karena jalan tak kunjung diperbaiki..

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Kerusakan infrastruktur jalan akibat proyek irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, terus menuai sorotan. Kali ini, kritik keras datang dari warga sekaligus aktivis Ponorogo, Endar Riyanto, yang menilai sikap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo tidak mencerminkan tanggung jawab pascaproyek.

Endar mengaku geram dengan pernyataan Yadi, perwakilan BBWS Solo, yang menyebut perbaikan akan dilakukan setelah menunggu arahan pimpinan dan tahapan PHO. Padahal, menurutnya, proyek telah selesai dan kerusakan jalan desa terjadi di luar item pekerjaan proyek.

“Ini gimana, kok menunggu arahan bos. Proyeknya sudah selesai. Masa pemeliharaan itu urusan proyek, tapi yang diminta warga adalah perbaikan jalan desa yang rusak akibat aktivitas truk material. Ini jelas dua hal yang berbeda,” tegas Endar.jumat, 16/01/2026.

Ia menyebut jalan yang rusak merupakan akses utama warga Desa Ngrupit menuju Dukuh Juranggandul, Kecamatan Babadan. Selain badan jalan, sejumlah gorong-gorong juga dilaporkan rusak akibat lalu lintas kendaraan berat proyek.

“Warga tidak bisa menerima alasan itu. Jalan ini hak warga dan harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Sikap senada disampaikan Kepala Desa Ngrupit, Suherwan. Ia mengaku sudah menerima laporan warga bahkan turun langsung melihat kondisi di lapangan. Suherwan menegaskan pihak pelaksana proyek harus menepati komitmen awal.

“Jalan itu hak warga. Saya berharap segera ada perbaikan. Proyek sudah selesai, jangan sampai meninggalkan kesan buruk di masyarakat,” kata Suherwan.

Ia mengingatkan, sebelum proyek dimulai, pelaksana sudah berjanji akan memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur yang terdampak aktivitas proyek. Karena itu, pemerintah desa meminta komitmen tersebut benar-benar direalisasikan.

Sebelumnya diberitakan, Yadi dari BBWS Solo menyampaikan permohonan maaf kepada warga. Ia mengatakan perbaikan fasilitas akan dilakukan setelah proses serah terima pekerjaan (PHO) dan masuk dalam masa pemeliharaan proyek selama satu tahun.

“Mohon maaf, sesuai arahan pimpinan setelah PHO akan kami laporkan. Semua fasilitas akan diperbaiki,” ujarnya.

Kini warga Desa Ngrupit menunggu bukti, bukan sekadar janji. Bagi mereka, pembangunan semestinya membawa manfaat berkelanjutan dan meninggalkan kesan baik, bukan kerusakan yang membebani kehidupan sehari-hari.

Penulis : Nanang 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar