Ali Mufthi Dorong Penguatan Atlet dan Kolaborasi Pendanaan, IPSI Ponorogo Diminta Lebih Survival
![]() |
| Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag, M.Si Ketua Dewan Pertimbangan IPSI Ponorogo |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ponorogo, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag, M.Si, menegaskan pentingnya penguatan organisasi dan kemandirian pendanaan bagi IPSI Ponorogo ke depan.
Pesan itu disampaikan Ali Mufthi saat menghadiri pelantikan pengurus IPSI Kabupaten Ponorogo masa bakti 2025–2029 di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (17/1/2026).
Sebagai mantan Ketua IPSI Ponorogo periode 2021–2025, Ali Mufthi menilai estafet kepemimpinan harus dibarengi dengan penguatan di setiap bidang. Menurutnya, 25 perguruan pencak silat yang tergabung di IPSI Ponorogo memiliki potensi atlet yang besar dan harus dikelola secara serius.
“Artinya, 25 perguruan ini punya atlet. Harapannya, melalui IPSI Ponorogo yang baru, setiap event bisa diikuti dengan persiapan matang, latihan terukur, dan naik level sampai porprov. Itu akan mencerminkan kekuatan seluruh perguruan,” ujar Ali Mufthi.
Ia menekankan bahwa prestasi tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan berkelanjutan, agenda latihan yang jelas, serta kesiapan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari respon atas tantangan IPSI Jawa Timur.
Selain aspek teknis, Ali Mufthi juga menyoroti persoalan klasik IPSI, yakni pendanaan. Ia mengingatkan bahwa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata bukan solusi jangka panjang.
“Melanjutkan ajang dan pembinaan itu mahal. Kalau hanya mengandalkan APBD, akan repot karena keterbatasan. Maka kolaborasi dengan perbankan dan pihak lain perlu dipikirkan agar IPSI Ponorogo lebih survival,” tegasnya.
Menurut Ali, kolaborasi pendanaan akan membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi IPSI Ponorogo di tingkat regional maupun nasional.
Ia juga berpesan agar pengurus baru menjaga soliditas dan independensi organisasi. IPSI, kata dia, harus berdiri adil dan tidak berpihak pada salah satu perguruan pencak silat.
“Pengurus harus solid. Insyaallah fair, clear, dan tidak berpihak. IPSI adalah rumah bersama,” pungkas Ali Mufthi, yang juga politisi Partai Golkar dari Dapil VII Jawa Timur meliputi Ponorogo, Magetan, Trenggalek, Pacitan, dan Ngawi.
Dengan kepengurusan baru, IPSI Ponorogo diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan melahirkan atlet pencak silat berprestasi yang mengharumkan nama daerah.
Penulis : Nanang

