HUT Garda Satu Ponorogo, Dari Santunan hingga Sholawatan: Merawat Solidaritas dari Bareng Babadan

Budiono alias Bendol ketua Garda Satu Ponorogo gelar rapat koordinasi jelang HUT Garda Satu Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Organisasi kemasyarakatan Garda Satu Ponorogo bersiap menyambut hari jadinya dengan rangkaian kegiatan bernuansa sosial dan kebudayaan. Puncak peringatan HUT akan digelar pada Ahad, 25 Januari 2026, di markas DPC Garda Satu Desa Bareng, Kecamatan Babadan.
Tak sekadar seremoni, agenda HUT dirancang menyentuh langsung masyarakat. Mulai dari bhakti sosial berupa santunan anak yatim dan janda, sholawatan, hadroh, hingga hiburan orkes rakyat yang menutup acara. Warga sekitar, sejumlah ormas di Ponorogo, serta Forkopimca Babadan turut diundang untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
Ketua Garda Satu Ponorogo, Budiono—akrab disapa Bendol—menegaskan bahwa peringatan HUT ini menjadi momentum penting untuk merawat silaturahmi dan memperkuat soliditas internal organisasi.
“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Kami ingin menjadikannya ruang silaturahmi, koordinasi, sekaligus penguatan kebersamaan, baik di internal Garda Satu maupun dengan masyarakat luas,” ujar Bendol, Kamis, 22 Januari 2026, saat memberikan keterangan pers di sebuah warung angkringan di Jalan Sulawesi, Ponorogo.
Menurut Bendol, kegiatan sosial yang digelar merupakan wujud kepedulian dan kepekaan Garda Satu terhadap realitas sosial di sekitar. Ia menilai ormas harus hadir, bukan hanya terlihat, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kepedulian sosial adalah napas gerakan kami. Dengan santunan dan kegiatan keagamaan, kami ingin mendekatkan satu dengan yang lain, sekaligus mengenalkan Garda Satu secara lebih luas di tengah masyarakat,” ujarnya.
Nama Budiono sendiri dikenal luas di kalangan wong Ponorogo, terutama dalam urusan perlesingan dan advokasi sosial. Figur Bendol kerap disebut sebagai sosok lapangan yang membumi, dekat dengan masyarakat akar rumput.
Melalui peringatan HUT ini, Garda Satu Ponorogo berharap dapat menegaskan perannya sebagai ormas yang solid, peduli, dan tetap berpijak pada nilai kebersamaan serta kearifan lokal.
Penulis : Nanang