MA Alhikmah Ngrayun Klarifikasi Terkait Dana PIP, Madrasah dan Yayasan Klaim Juga Bantu Siswa Kurang Mampu
![]() |
| Kegiatan ekstra di MA Alhikmah Ngrayun Ponorogo |
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Madrasah Aliyah (MA) Alhikmah Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, kembali menegaskan bantahan atas dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp500 ribu per siswa. Pihak madrasah menyebut informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Kepala MA Alhikmah, Wardi, mengaku terkejut dengan mencuatnya kabar tersebut. Meski demikian, pihaknya segera menggelar rapat bersama pengurus madrasah, pihak yayasan, serta pengelola pondok pesantren guna membahas dan mengklarifikasi isu yang beredar.
“Dana PIP diterima langsung oleh siswa bersama orang tua atau wali secara mandiri. Tidak ada pemotongan dari pihak madrasah,” tegas Wardi Jumat, 30/01/2026.
Ia menjelaskan, sebagai sekolah swasta, MA Alhikmah memiliki sejumlah kewajiban yang telah disepakati bersama melalui rapat resmi antara komite sekolah, orang tua atau wali siswa, pengurus madrasah, dan yayasan. Kesepakatan tersebut mencakup iuran sekolah, SPP, biaya kegiatan ekstrakurikuler, serta pembelian buku pelajaran.
![]() |
| Berbagai kegiatan sekolah selalu libatkan komite sekolah dengan mengundang wali |
Menurut Wardi, kewajiban tersebut berlaku bagi seluruh siswa, baik penerima PIP maupun nonpenerima. Karena itu, pembayaran kewajiban sekolah yang kebetulan dilakukan bersamaan dengan pencairan PIP tidak dapat dimaknai sebagai pemotongan bantuan pemerintah tersebut.
“Kami juga perlu menegaskan, madrasah, yayasan, dan pondok pesantren justru berupaya membantu siswa yang kurang mampu, tentu disesuaikan dengan kemampuan yayasan dan madrasah,” ujarnya.
Bantuan tersebut, lanjut Wardi, diberikan dalam berbagai bentuk sebagai wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab lembaga pendidikan terhadap siswa dari keluarga tidak mampu.
Di sisi lain, dana yang dihimpun dari kesepakatan bersama digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter siswa. Sejumlah kegiatan ekstrakurikuler seperti banjari atau hadroh, pramuka, karawitan, serta kegiatan lain kini berjalan normal dengan fasilitas yang telah diperbaiki dan dilengkapi.
Yayasan Alhikmah juga menaungi pondok pesantren dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari kajian kitab kuning, istighosah pondok, hingga peringatan hari besar Islam seperti Isra Mi’raj dan Maulid Nabi, yang seluruhnya menjadi bagian dari pembinaan spiritual siswa.
Wardi berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan, khususnya dalam pengelolaan bantuan pendidikan bagi siswa.
Penulis : Nanang



