BREAKING NEWS

Tabrak Depan di Bancar: Anak Kepala Desa Tewas, Manuver Mendadak Pick Up Diduga Jadi Pemicu

Laka maut di depan Kandang sapi Bancar Bungkal makan korban seorang anak MD

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang anak terjadi di Jalan Raya Bancar, Kecamatan Bungkal, Senin (11/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban meninggal dunia adalah Sandi (7), putra dari Kepala Desa Kalisat, Bungkal, yang saat itu dibonceng sepeda motor bersama kedua orang tuanya.

Sepeda motor Honda Scopy bernopol AE 5345 WH dikendarai Imron Rosadi, Kepala Desa Kalisat, dengan membonceng istrinya Siti Romlah (48) dan anaknya Sandi. Mereka melaju dari arah selatan ke utara. Dari arah berlawanan, datang kendaraan Daihatsu pick up bernopol AE 1023 TF yang dikemudikan Zahrial Zamzami (46), warga Ngunut Babadan.

Proses evakuasi korban laka di bawa ke rumah sakit Harjono Ponorogo 

Hasil penelusuran di lokasi mengarah pada satu titik krusial sebelum tabrakan terjadi. Diduga kuat, kendaraan pick up melakukan manuver mendadak dengan membanting setir ke kanan untuk menghindari pengguna jalan lain di depannya. Dalam kondisi kecepatan yang cukup tinggi dan jarak yang sudah dekat, sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan tak memiliki ruang untuk menghindar.

Plt. Kapolsek Bungkal, Iptu Moh Kudhori, membenarkan adanya manuver tersebut sebagai pemicu awal kecelakaan.

“Pengemudi pick up diduga menghindari kendaraan lain di depannya dengan mengambil jalur kanan. Karena jarak sudah dekat, terjadi tabrakan depan,” ujarnya.

Benturan keras pun tak terhindarkan. Sepeda motor terpental, sementara ketiga penumpangnya terhempas ke badan jalan. Sandi, yang masih berusia 7 tahun, mengalami luka fatal dan meninggal dunia. Sementara Imron Rosadi dan istrinya, Siti Romlah, mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Di lokasi kejadian, saksi mata Wiwi (40), warga Desa Bancar, mengaku mendengar suara benturan keras yang langsung mengundang perhatian warga sekitar.

“Suaranya keras sekali, ‘brak’. Pas saya lihat, motor sudah jatuh dan penumpangnya terpental. Kondisinya parah, terutama anak kecil itu,” ungkapnya.

Keterangan saksi memperkuat dugaan bahwa benturan terjadi dalam kecepatan tinggi. Ruas jalan yang cukup ramai di siang hari diduga turut memperbesar risiko ketika salah satu kendaraan melakukan manuver mendadak tanpa perhitungan matang.

Polisi menyimpulkan sementara bahwa faktor kelalaian manusia (human error) menjadi penyebab utama kecelakaan. Keputusan mengambil jalur kanan secara tiba-tiba dalam kondisi lalu lintas aktif dinilai menjadi faktor paling menentukan dalam insiden ini.

Kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah di bagian depan, menandakan kuatnya benturan. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya kendaraan lain yang memicu manuver tersebut.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban. Di balik satu keputusan di jalan raya, sebuah nyawa melayang, dan sebuah keluarga harus menanggung kehilangan yang tak tergantikan.(Nang/Redaksi).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar