Pendidikan Jadi Jalan Pemulihan, Rutan Ponorogo Perkuat Kesetaraan Warga Binaan
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai fondasi pembinaan warga binaan. Komitmen itu ditegaskan melalui keikutsertaan Rutan Ponorogo dalam rapat virtual arahan Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kamis (22/1/2026), yang membahas Program Aksi (Proksi) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Rapat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting itu dipimpin langsung Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak Ditjenpas, Masjuno, A.Md., S.H., M.H., dan diikuti oleh jajaran Kanwil, Lapas, LPKA, serta Rutan dari seluruh Indonesia.
Dari Ponorogo, kegiatan diikuti langsung Kepala Rutan Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, bersama Kepala Pelayanan Tahanan Yusril Arinaldi dan jajaran staf, bertempat di Ruang Zona Integritas (ZI).
Dalam arahannya, Masjuno menekankan bahwa pendidikan kesetaraan bukan sekadar program administratif, melainkan hak dasar warga binaan sekaligus instrumen strategis untuk memutus mata rantai keterbatasan sosial pasca-pemasyarakatan. Pendidikan, kata dia, harus menjadi pintu perubahan dan bekal reintegrasi sosial.
Merespons arahan tersebut, Karutan Ponorogo Muhammad Agung Nugroho menyatakan kesiapan penuh jajarannya.
“Pendidikan kesetaraan adalah bagian penting dari pembinaan berkelanjutan. Rutan Ponorogo siap mengoptimalkan pelaksanaannya agar warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan berdaya,” ujarnya.
Melalui penguatan program pendidikan kesetaraan ini, Rutan Ponorogo menegaskan arah pembinaan yang lebih manusiawi dan berorientasi masa depan—bahwa pemasyarakatan bukan semata soal hukuman, melainkan proses memulihkan martabat dan membuka harapan baru bagi warga binaan.(Nang/Humas).
