BREAKING NEWS

Servis Gratis Siswa SMK PGRI 2 Ponorogo, Ujian Akhir yang Menyapa Masyarakat

Servis gratis sepeda motor oleh SMK PGRI 2 Ponorogo sebagai tugas pengabdian masyarakat digelar di Kantor Desa Lembah Babadan Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Halaman Kantor Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kamis (8/1/2026), tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan sepeda motor berjejer rapi, sementara warga bergantian mengantre dengan wajah sumringah. Mereka datang bukan untuk urusan administrasi, melainkan memanfaatkan servis gratis sepeda motor yang digelar siswa SMK PGRI 2 Ponorogo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir seluruh siswa kelas XII, khususnya jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Servis gratis tersebut terbuka untuk berbagai merek sepeda motor dan menyasar warga sekitar maupun pengguna jalan yang kebetulan melintas.

Pendaftaran servis gratis, tampak warga sekitar memanfaatkan 

Guru pembimbing jurusan TSM SMK PGRI 2 Ponorogo, Rika Dwi Pranomo, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara serentak di berbagai titik sesuai pilihan siswa.

“Dalam satu kelompok ada sembilan siswa, dengan target 20 hingga 30 kendaraan per hari. Total ada 12 kelompok dan masing-masing kelompok menangani dua lokasi,” ujar Rika kepada Sinyal Ponorogo.

Untuk menunjang praktik lapangan, para siswa dibekali peralatan servis ringan. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan CVT, pembersihan filter dan komponen, hingga penggantian oli—dengan catatan oli disediakan sendiri oleh pemilik kendaraan.

“Servis berat sebenarnya bisa, tetapi karena keterbatasan waktu, pengabdian ini difokuskan pada servis ringan,” imbuhnya.

Respons warga pun positif. Shandra, warga Desa Lembah, mengaku mengetahui kegiatan tersebut dari temannya dan langsung tertarik mendaftar.

“Alhamdulillah, sangat senang dan terbantu. Servis biasa dan ganti oli jadi lebih ringan bebannya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, menegaskan bahwa tugas akhir berbasis pengabdian ini bukan sekadar ujian keterampilan teknis, melainkan juga pembelajaran sosial bagi siswa.

“Ini bagian dari evaluasi kompetensi, sekaligus gambaran nyata ketika nanti mereka terjun ke masyarakat. Dari sini terlihat bagaimana pelayanan mereka, apakah ada komplain, atau justru mendapat apresiasi,” katanya.

Menurut Agus, program ini juga melatih mental, fisik, dan etika pelayanan, sesuai bidang keahlian masing-masing jurusan. Lokasi pengabdian tersebar di sekolah, kantor pemerintahan, hingga fasilitas umum.

“Bukan hanya TSM. Jurusan lain juga melaksanakan pengabdian masyarakat sesuai kompetensinya,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar servis gratis, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak tenaga terampil, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat—langsung, sederhana, dan menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar