Warga Kleco Pertanyakan Proyek Saluran Dawuhan, Pemdes Sawoo Tegaskan Bukan Fiktif

Pekerja sedang mengerjakan proyek saluran Dawuhan di dukuh Kleco Sawoo ponoroig
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Warga Dukuh Kleco, Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mengaku kecewa dan merasa dipermainkan oleh pemerintah desa. Pasalnya, pembangunan saluran Dawuhan yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2025 senilai Rp43 juta hingga akhir Januari 2026 belum tampak jelas pengerjaannya.
Kekecewaan itu memicu kecurigaan. Sejumlah warga bahkan menduga proyek tersebut hanya sebatas rencana di atas kertas alias fiktif.
“Informasinya dana sudah cair pertengahan Desember 2025. Tapi sampai akhir Januari 2026 belum ada tanda-tanda. Kami menduga ini proyek fiktif,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan Kamis, 21/01/2026.
Namun tudingan itu dibantah keras oleh Pemerintah Desa Sawoo. Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Desa Sawoo, Beni, menegaskan proyek saluran Dawuhan benar-benar dikerjakan dan kini telah mencapai progres sekitar 40 persen.
Menurut Beni, lokasi proyek berada di wilayah yang cukup ekstrem karena berada di Dukuh Kleco yang berbatasan langsung dengan Desa Temon. Kondisi tersebut membuat proses distribusi material tidak mudah dan memerlukan waktu lebih lama.
“Kalau dibilang fiktif jelas tidak benar. Pekerjaan sudah berjalan, progresnya sudah sekitar 40 persen,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, keterlambatan pengerjaan tidak lepas dari pencairan Dana Desa tahap II yang baru diterima pada 24 Desember 2025. Dengan waktu yang sangat mepet di akhir tahun, pelaksanaan fisik tidak memungkinkan dilakukan pada 2025 dan baru dimulai awal Januari 2026.
Beni juga mengungkapkan adanya kendala regulasi, yakni terbitnya PMK Nomor 81 Tahun 2025 yang mengatur ketat pencairan Dana Desa tahap II, khususnya komponen non-earmark. Aturan ini mensyaratkan ketepatan waktu pelaporan, di mana keterlambatan berisiko membuat dana hangus.
“Aturan ini sempat membuat banyak desa panik karena sejumlah program terancam berhenti. Beruntung Desa Sawoo masih bisa mencairkan DD meski di penghujung tahun,” jelasnya.
Adapun proyek saluran Dawuhan direncanakan sepanjang 15 meter dengan tinggi 40 sentimeter dan menelan anggaran Rp43 juta dari Dana Desa 2025. Pemerintah desa memastikan pekerjaan akan dituntaskan sesuai perencanaan.
Persoalan ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan komunikasi antara pemerintah desa dan warga. Di sisi lain, kasus ini juga mencerminkan bagaimana regulasi yang ketat kerap berdampak langsung pada pelaksanaan pembangunan di tingkat desa—terutama ketika waktu dan kondisi lapangan tidak selalu ideal.
Penulis : Nanang