Garda Satu Gelar Turnamen Biliar Perdana, Bidik Lahirnya Atlet Muda Ponorogo

Suasana turnament Biliar Garda Ponorogo di sekretariat Garda Satu Bareng Babadan Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Organisasi masyarakat Garda Satu Kabupaten Ponorogo mulai menancapkan langkahnya di dunia olahraga. Melalui turnamen biliar perdana yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, Garda Satu membuka ruang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda dari Bumi Reyog.
Turnamen biliar tersebut berlangsung di Sekretariat Garda Satu, Desa Bareng, Kecamatan Babadan, dan mendapat sambutan antusias dari peserta. Sebanyak 64 pemain putra ambil bagian dalam ajang yang mengusung tagline “Garda Satu untuk Semua” itu.
![]() |
| Budiono alias Bendol Ketua Garda 1 Ponorogo bersama rekan ketika menyaksikan Turnament Biliar |
Ketua Garda Satu Kabupaten Ponorogo, Budiono alias Bendol, mengatakan turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah awal membangun ekosistem olahraga biliar di daerah.
“Turnamen ini kami gelar untuk mencari bibit-bibit pemain biliar di Ponorogo. Sekaligus memberi wadah bagi generasi muda agar lebih serius menekuni olahraga biliar,” ujar Bendol kepada Sinyal Ponorogo.
Menurutnya, tingginya animo peserta menjadi sinyal positif bahwa olahraga biliar mulai mendapat tempat di kalangan anak muda. Apalagi, seluruh peserta yang bertanding merupakan pemain pemula yang diarahkan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
“Alhamdulillah, animo peserta luar biasa. Ini turnamen perdana, tapi diikuti 64 peserta. Harapannya, jika digelar secara kontinyu, akan lahir atlet-atlet biliar dari Ponorogo,” tambahnya.
Selain menjadi ajang pembinaan, panitia juga menyiapkan uang pembinaan dan piala bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi.
Ketua Panitia Pelaksana, Supriyanto, menjelaskan bahwa turnamen menggunakan sistem gugur. Peserta yang menang akan langsung bertemu lawan dari kelompok berbeda hingga akhirnya bertemu di partai puncak.
“Sistemnya gugur. Yang menang terus maju sampai final. Pemenang berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan dan piala,” jelas Supriyanto.
Melalui turnamen ini, Garda Satu berharap stigma negatif terhadap olahraga biliar perlahan terkikis dan bergeser menjadi cabang olahraga prestasi yang sehat, terarah, dan berpotensi mengharumkan nama Ponorogo di level yang lebih tinggi.
Penulis : Nanang
