Inovasi Mengalir: PUDAM Tirto Katong Siap Produksi Air Kemasan, Target 2026 Tembus Pasar
![]() |
| Dadan AD Plt. Direktur PUDAM Tirto Katong Kabupaten Ponorogo ketika berada di ruang mesin AMDK |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Kinerja PUDAM Tirto Katong kian menunjukkan grafik menanjak. Tak hanya memperluas layanan air bersih, perusahaan milik daerah itu kini bersiap meluncurkan inovasi baru: produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Langkah ini menjadi penanda transformasi bisnis yang lebih progresif. Dari sekadar penyedia air bersih perpipaan, PUDAM mulai merambah sektor industri air kemasan, baik dalam bentuk gelas maupun botol.
Plt Direktur PUDAM Tirto Katong, Dadan AD, kepada Sinyal Ponorogo, Senin (23/2/2026), mengungkapkan bahwa persiapan produksi AMDK sudah mencapai 75 persen.
“Sudah sejak lama kita merintis usaha baru yaitu air dalam kemasan, baik gelas maupun botol. Tahun ini targetnya bisa produksi,” ujarnya.
Saat ini, pembangunan gudang dan ruang produksi tengah dikebut. Proses perizinan serta uji laboratorium juga sudah berjalan. Jika tak ada aral melintang, 2026 menjadi tahun debut produk AMDK Tirto Katong di pasaran.
“Insyallah tahun ini ready dan langsung bisa produksi,” tegasnya optimistis.
Layanan Kian Meluas
Di sektor layanan utama, PUDAM Tirto Katong mencatat capaian yang patut diapresiasi. Dari total 21 kecamatan di Ponorogo, sebanyak 14 kecamatan kini telah teraliri air bersih.
Hingga awal 2026, jumlah pelanggan aktif menembus lebih dari 25 ribu dari total 32 ribu pelanggan tercatat. Angka itu menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan perusahaan daerah tersebut.
Ekspansi layanan ini sekaligus menepis keraguan lama soal kinerja BUMD air minum. Kini, PUDAM tidak hanya fokus pada kuantitas pelanggan, tetapi juga kualitas distribusi dan keberlanjutan pasokan.
Warisan yang Dilanjutkan
Dadan tak menampik, gagasan AMDK sebenarnya sudah dirancang sejak kepemimpinan direktur sebelumnya. Namun transisi jabatan membuat realisasinya sedikit tertunda.
“Konsepnya sudah lama disiapkan. Sekarang kami lanjutkan hingga siap produksi,” ungkapnya.
Strategi pemasaran tahap awal akan menyasar kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ponorogo, sebelum merambah pasar umum.
Kontribusi untuk PAD
Hadirnya AMDK Tirto Katong bukan sekadar diversifikasi usaha. Lebih dari itu, inovasi ini diharapkan menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah tuntutan kemandirian fiskal daerah, langkah PUDAM Tirto Katong dapat dibaca sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui BUMD yang sehat dan produktif.
Air, yang selama ini menjadi kebutuhan dasar, kini diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru. Jika strategi berjalan sesuai rencana, 2026 bukan hanya tahun produksi perdana AMDK Tirto Katong, tetapi juga babak baru transformasi BUMD Ponorogo yang lebih adaptif dan visioner.
Penulis : Nanang
