Listrik “Disko” Ramadhan di Koripan, Warga Resah: Dua Lampu Rusak, PLN Diminta Bergerak Cepat

Foto hanya ilustrasi semata
PONOROGO, SINYALPONOROGO - Memasuki bulan suci Ramadan, warga Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, justru dihadapkan pada persoalan mendasar: listrik yang tak kunjung stabil. Sejak Rabu petang (25/2), aliran listrik di wilayah Dukuh Tiron, Dukuh Banyupangurioan Desa Koripan padam sejak pukul 18.00 WIB. Namun yang lebih meresahkan, setelah sempat menyala, listrik justru berubah menjadi “nyala-padam” tak menentu.
Sekitar pukul 20.20 hingga 20.59 WIB, kondisi listrik di sejumlah rumah warga disebut redup-terang, hidup-mati berulang kali. Bahkan dalam satu rumah, lampu bisa menyala dengan tingkat terang berbeda—sebagian redup, sebagian normal. Situasi itu memicu kekhawatiran warga akan kerusakan peralatan elektronik.
Kasno, salah satu warga Koripan, mengaku sudah dua lampu di rumahnya rusak akibat tegangan yang tidak stabil.
“Nyala, redup, terang, lalu padam lagi. Begitu terus. Sudah dua lampu mati,” ujarnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, telah dilaporkan melalui aplikasi PLN Mobile maupun pesan WhatsApp ke petugas. Namun hingga berita ini ditulis, warga mengaku belum melihat adanya penanganan langsung di lapangan.
Gangguan ini disebut terjadi hampir merata di lingkungan desa. Warga berharap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Balong maupun PLN Ponorogo segera turun tangan. Pasalnya, selain merugikan secara materiil, listrik yang tidak stabil berpotensi merusak peralatan elektronik rumah tangga—mulai dari lampu, televisi, hingga kulkas.
Di tengah persiapan menyambut Ramadan, listrik menjadi kebutuhan vital, terutama untuk aktivitas ibadah malam dan persiapan sahur. Warga Koripan tak menuntut lebih—mereka hanya berharap aliran listrik kembali normal dan gangguan serupa tidak terulang.
Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab gangguan maupun estimasi waktu perbaikan.
Penulis : Nanang