Petani Gegeran “Curhat” Jalan Rusak, Atika Banowati Siap Kawal hingga Terealisasi

Reses, Hj. Atika Banowati, SH di desa Gegeran Sukorejo Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Aspirasi soal infrastruktur kembali mengemuka dalam agenda reses tahap II Hj. Atika Banowati, SH, anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar Dapil IX (Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi). Kali ini, politisi Golkar tersebut menyapa warga Desa Gegeran, Kecamatan Sukorejo, Kamis (12/02/2026), di rumah Kepala Desa Sugeng Hariadi.
Di hadapan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani, keluhan soal jalan usaha tani menjadi isu paling dominan. Bukan sekadar soal akses, tetapi menyangkut urat nadi ekonomi desa.
Sugeng Hariadi, Kepala Desa Gegeran menyampaikan kerap “disambati” warga soal sulitnya pengangkutan hasil panen akibat kondisi jalan yang kurang memadai. Saat musim panen tiba, biaya angkut membengkak dan waktu tempuh lebih lama karena kendaraan tidak bisa masuk maksimal ke area persawahan.
“Mayoritas warga kami petani. Jalan usaha tani itu kebutuhan mendesak agar hasil pertanian bisa diangkut dengan mudah,” ujarnya.
Bagi warga Gegeran, jalan usaha tani bukan hanya soal cor dan aspal. Itu tentang efisiensi biaya, daya saing hasil panen, dan keberlanjutan ekonomi keluarga petani.
Menanggapi hal tersebut, Hj. Atika Banowati menegaskan komitmennya untuk menampung dan mengawal usulan warga. Ia menyebut, pembangunan infrastruktur jalan, termasuk jalan usaha tani, memiliki porsi anggaran di tingkat provinsi.
“Mayoritas usulan warga selama reses 8–12 Februari ini memang soal infrastruktur jalan, baik jalan poros maupun jalan usaha tani. Kita akan perjuangkan agar usulan itu bisa jadi kenyataan,” tegasnya.
Meski demikian, Atika meminta masyarakat bersabar. Proses penganggaran dan perencanaan membutuhkan tahapan, sehingga harapannya realisasi dapat dilakukan pada tahun anggaran mendatang.
Reses di Desa Gegeran menjadi potret bahwa persoalan klasik infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah serius. Di tengah semangat swasembada dan penguatan sektor pertanian, akses jalan yang layak menjadi fondasi dasar yang tak bisa ditawar.
Penulis : Nanang
