BREAKING NEWS

SPPG Mepet Makam di Sekar Gayam, Standar Higienitas Dipertanyakan

SPPG di jalan Sekar Gayam Siman Ponorogo mepet dengan makam dipertanyakan warga soal higienitasnya...

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Sekar Gayam, Desa Siman, Ponorogo memantik tanda tanya publik. Bangunan yang digadang-gadang menjadi dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) itu berdiri mepet dengan area makam warga.

Yang lebih mengundang perhatian, tangki penampungan air terlihat hanya berjarak beberapa meter dari kompleks pemakaman. Instalasi perpipaan pun terpasang menuju sumber air tanah yang lokasinya berdekatan dengan makam tersebut.

Proyek ini merupakan bagian dari kegiatan Pembangunan Gedung SPPG 3 TA 2025 di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Tercatat, proyek tersebar di 70 lokasi dengan kontraktor pelaksana PT PP (Persero) Tbk berdasarkan kontrak Nomor HK.02.01-Ge/PPK/635 senilai Rp 557,94 Miliar.


Masa pelaksanaan proyek ini 37 hari kalender dengan tambahan pemberian kesempatan 50 hari kalender hingga 19 Februari 2026. Masa pemeliharaan 180 hari kalender. Konsultan supervisi oleh PT Agrinas Jaladri Nusantara Persero Tbk dan perencana oleh PT Penta Rekayasa Arsitektur dengan sumber dana APBN.

Namun di lapangan, publik menyoroti aspek higienitas dan standar kesehatan lingkungan.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, mengaku belum bisa memberikan pernyataan detail. Ia menyebut pembangunan SPPG oleh Kementerian PUPR tentu telah melalui proses panjang dan perizinan.

“Coba nanti kita komunikasikan soal itu seperti apa,” ujarnya singkat Kamis, 26/02/2026.

Sorotan warga bukan tanpa alasan. Standar Badan Gizi Nasional (BGN) selama ini menekankan aspek kebersihan, keamanan pangan, dan jarak aman dari potensi sumber penyakit. Dalam sidak sebelumnya di Banyudono, Wakil BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, bahkan meminta relokasi SPPG yang berada dekat kandang ternak dan memberi tenggat tiga bulan, karena dikhawatirkan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Di lokasi lain, Jalan Anggrek Ponorogo, SPPG yang berdekatan dengan TPS justru membuat tempat pembuangan sampah yang diminta dipindah demi menjaga standar sanitasi.

Lalu bagaimana dengan SPPG di Sekar Gayam yang berdampingan langsung dengan makam?

Secara ilmiah, pemanfaatan air tanah di sekitar area pemakaman memang memerlukan kajian ketat, terutama terkait kemungkinan kontaminasi biologis jika sistem sanitasi dan kedalaman sumur tidak memenuhi standar teknis. Apalagi fasilitas ini akan memproduksi makanan bagi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat program MBG.

Di titik inilah publik melihat potensi kontradiksi antara standar yang ditegakkan di satu lokasi, namun dipertanyakan konsistensinya di lokasi lain.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi: apakah seluruh aspek teknis, termasuk uji kualitas air dan analisis risiko kesehatan lingkungan, telah dilakukan secara komprehensif?

Program Makan Bergizi Gratis adalah ikhtiar besar negara meningkatkan kualitas generasi. Karena itu, transparansi, konsistensi standar, dan keberanian mengevaluasi jika ada potensi masalah menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

SPPG Sekar Gayam kini bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi ujian, apakah standar higienitas benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.

Penulis : Nanang 

Video SPPG Mepet Makam 






Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar