SPPG Surodikraman TNI AD-1 Berhenti Sementara, Orang Tua Repot dan Sekolah Menunggu Kepastian

Gambar hanya ilustrasi saja terhentinya SPPG Surodikraman TNI AD-1 karena anggaran...
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Berhentinya operasional SPPG Surodikraman TNI AD-1 sejak Rabu, 11 Februari 2026, meninggalkan kekecewaan di kalangan sekolah dan orang tua murid. Maklum, SPPG ini bukan dapur gizi biasa. Ia adalah SPPG pertama sekaligus proyek percontohan awal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo.
Penghentian sementara ini berdampak langsung pada ribuan siswa penerima manfaat. Program MBG yang selama ini membantu pemenuhan gizi anak sekolah mendadak terhenti lantaran pembayaran belum cair, sebagaimana informasi yang diterima pihak sekolah.
“Ya mas, info dari SPPG Surodikraman mulai hari ini berhenti sampai waktu yang belum ditentukan. MBG tidak didapatkan karena infonya dana atau pembayaran belum cair,” ujar Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Saifudin, saat dikonfirmasi Sinyal Ponorogo.
Imam menyayangkan kondisi tersebut dan berharap operasional MBG bisa segera berjalan normal kembali. Menurutnya, kehadiran MBG selama ini cukup membantu siswa dan sekolah, terutama dalam memastikan anak-anak tetap mendapat asupan makanan bergizi saat jam belajar.
Keluhan serupa datang dari para wali murid. Seorang orang tua siswa SD di sekitar SPPG Surodikraman mengaku kecewa, terlebih karena memiliki dua anak yang sama-sama penerima MBG.
“Sayang saja, biasanya dapat MBG sekarang harus makan di rumah. Terpaksa ibunya anak-anak repot lagi,” ungkapnya.
Terhentinya MBG tak sekadar soal makan siang. Bagi banyak keluarga, program ini telah menjadi bagian dari rutinitas harian dan penopang pengeluaran rumah tangga. Kini, harapan menguat agar SPPG Surodikraman TNI AD-1 segera kembali beroperasi, sekaligus menjadi penanda bahwa program unggulan pemenuhan gizi anak benar-benar berjalan berkelanjutan, bukan tersendat di tengah jalan.
Penulis : Nanang