BREAKING NEWS

Tunggu Izin DLH, Disbudparpora Siapkan “Face Off” Kolam Renang Tirto Menggolo: UMKM Bakal Lebih Terlihat

Kolam. renang Tirto Menggolo Kabupaten Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo bersiap mempercantik wajah Kolam Renang Tirto Menggolo. Konsep “face off” atau penataan ulang tampilan depan segera dikerjakan, menunggu lampu hijau dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Ponorogo, Wakhid Purwanto, S.Sos, Senin (23/2/2026), mengatakan izin tersebut berkaitan dengan rencana penebangan sejumlah pohon di bagian depan area kolam.

“Izin itu kami ajukan karena ada pohon yang perlu dipotong. Supaya terlihat ‘blak’ dari depan. Selama ini pandangan terhalang, UMKM jadi kurang terlihat,” ujar Wakhid.

Tanpa Sekat, Lebih Terbuka

Penataan ulang itu dirancang cukup signifikan. Antara badan jalan dan halaman kolam renang nantinya tak lagi dipisahkan pembatas masif. Area depan akan dibuat lebih terbuka dan ramah pandang.

Tujuannya bukan semata estetika. Disbudparpora ingin menghidupkan denyut ekonomi kecil di sekitar kolam.

“Kita ingin hidupkan UMKM di area kolam renang. Termasuk menata kembali yang ada di badan jalan,” tegasnya.

Tak hanya itu, lahan di sisi timur kolam juga akan dioptimalkan sebagai ruang baru bagi pelaku usaha. Setidaknya 6–7 lapak tambahan disiapkan untuk menampung pedagang.

Langkah ini dinilai strategis. Selama ini, potensi keramaian kolam renang belum sepenuhnya berdampak pada geliat usaha kecil di sekitarnya. Dengan wajah baru yang lebih terbuka, pengunjung dan pengguna jalan diharapkan langsung menangkap keberadaan sentra UMKM tersebut.

Dikerjakan Usai Izin, Butuh 10–15 Hari

Proses pengerjaan akan dilakukan setelah izin dari DLH terbit. Disbudparpora memperkirakan pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 10–15 hari. Selama proses itu, aktivitas di bagian depan kolam akan dihentikan sementara, terlebih bertepatan dengan bulan Ramadan.

Soal anggaran, Wakhid mengaku tidak hafal angka persisnya. Namun ia memastikan nilainya di bawah Rp200 juta.

Bagi Disbudparpora, “face off” ini bukan sekadar mempercantik tampilan fisik. Ini adalah upaya membangun ruang publik yang lebih terbuka, produktif, dan berdaya. Harapannya, kolam renang milik daerah itu tak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga simpul ekonomi rakyat.

“Semoga dengan face off ini wajah Tirto Menggolo makin cakep dan keren. Warga yang melintas tahu ada UMKM di situ. Ke depan bisa lebih ramai dan berdaya,” pungkasnya.

Jika konsep ini berjalan sesuai rencana, Tirto Menggolo tak hanya tampil lebih segar. Ia bisa menjadi etalase baru—tempat olahraga bertemu ekonomi kerakyatan di jantung Ponorogo.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar