Wujudkan Pembinaan Produktif, Warga Binaan Rutan Ponorogo Panen Sawi dari Lahan Tanah dan Hidroponik
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo tidak berhenti sebatas teori. Jumat (6/2/2026), warga binaan membuktikannya lewat panen sawi yang ditanam dengan dua metode sekaligus: lahan tanah dan sistem hidroponik.
Panen dilakukan di area pembinaan rutan dengan melibatkan warga binaan, peserta magang, serta petugas rutan. Sawi yang dipanen tampak tumbuh subur dan sehat, mencerminkan proses budidaya yang terkelola dengan baik dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini bukan sekadar memanen hasil tanam. Sejak awal, warga binaan dilibatkan penuh mulai dari pengolahan media tanam, perawatan, hingga panen. Pola pembinaan ini dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama—nilai-nilai dasar yang dibutuhkan saat mereka kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini menjadi bagian penting dari pembinaan produktif warga binaan.
“Kami ingin pembinaan di rutan berdampak nyata. Tidak hanya mendukung ketahanan pangan internal, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Menurut Agung, penerapan dua metode tanam sekaligus—konvensional dan hidroponik—sengaja dilakukan untuk memperluas wawasan warga binaan terhadap praktik pertanian modern. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami cara bertani, tetapi juga mengenal teknologi sederhana yang memiliki nilai ekonomi.
Program panen sawi ini menjadi salah satu bukti komitmen Rutan Ponorogo dalam menghadirkan pembinaan yang tidak seremonial, melainkan berorientasi pada kemandirian dan produktivitas jangka panjang.(Nang/Humas).
