Zona Integritas Bukan Seremonial, Karutan Ponorogo Tegaskan Komitmen Pemasyarakatan Bersih
SURABAYA, SINYALPONOROGO – Pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial. Komitmen itu kembali ditekankan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, saat Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas di Aula Lapas Kelas I Surabaya, Selasa (3/2).
Menurut Kadiyono, reformasi birokrasi hanya akan bermakna jika diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari. Profesionalisme, akuntabilitas, serta orientasi pada kepuasan publik harus menjadi budaya, bukan jargon administratif.
“Zona Integritas bukan slogan. Ini komitmen nyata yang harus hidup dalam setiap pelayanan pemasyarakatan,” tegasnya di hadapan para pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Jawa Timur.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh kepala UPT Pemasyarakatan, termasuk Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Ponorogo, M. Agung Nugroho. Kehadiran para pimpinan dinilai sebagai penegasan keseriusan jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Bagi Rutan Ponorogo, komitmen bersama ini menjadi penguat langkah menuju tata kelola pemasyarakatan yang transparan dan berintegritas. Penandatanganan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa reformasi birokrasi tidak berhenti di tingkat kebijakan, tetapi harus terasa hingga layanan paling dasar kepada masyarakat.
Dengan komitmen kolektif ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur berharap seluruh UPT semakin solid membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, melayani, dan dipercaya publik.(Nang/Humas).
