Belanja Baju Lebaran Bareng Yatim, LazisNU Ponorogo Tebar Senyum di Tengah Keterbatasan

Petugas dari LazisNU dampingi anak yatim memilih baju lebaran di agasi
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Lebaran selalu identik dengan baju baru. Namun, bagi sebagian anak yatim dari keluarga kurang beruntung, keinginan sederhana itu kerap menjadi harapan yang tertunda.
Di tengah realitas itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) menghadirkan secercah kebahagiaan. Lewat program bertajuk “Berbagi Bersama Anak-Anak Hebat”, LazisNU mengajak puluhan anak yatim berbelanja baju lebaran langsung di pusat perbelanjaan Agasi, Jalan Ahmad Dahlan, Selasa (17/3/2026).
![]() |
| Jam'un Haidar Kepala Cabang LazisNU membersamai anak yatim memilih baju lebaran |
Sebanyak 24 anak yatim, baik putra maupun putri, tampak sumringah saat memasuki deretan toko pakaian. Bukan sekadar menerima bantuan, mereka diberi kebebasan memilih sendiri baju lebaran yang diinginkan—sesuatu yang bagi sebagian dari mereka menjadi pengalaman pertama.
Kepala Cabang LazisNU Ponorogo, Jam’un Haidar, menyebut program ini sebagai langkah awal menghadirkan kebahagiaan yang lebih personal bagi anak-anak yatim.
“Kami hanya mendampingi. Anak-anak bebas memilih baju yang mereka sukai, dengan anggaran Rp250 ribu per anak,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini sengaja dipilih agar anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan pengalaman berharga—menentukan pilihan sendiri, merasakan kebebasan, dan menikmati suasana belanja layaknya anak-anak lain.
![]() |
| Jam'un Haidar Kepala Cabang LazisNU Ponorogo |
Program perdana ini pun mendapat sambutan hangat. Tawa dan keceriaan terlihat jelas dari wajah anak-anak yang berasal dari binaan LazisNU ranting Siman, meski domisili mereka tersebar di berbagai wilayah.
Salah satu penerima manfaat, Elva, siswi kelas II MA Hasan Munadi Badegan asal Tunjungan, Jambon, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengaku ini kali pertama dirinya bisa langsung memilih baju lebaran sesuai keinginan.
“Senang sekali, apalagi banyak pilihan bagus jadi sempat bingung mau pilih yang mana. Terima kasih LazisNU, semoga kegiatan seperti ini terus ada,” ungkapnya.
Di balik kesederhanaannya, program ini menyimpan makna lebih dalam. Bukan sekadar soal baju baru, melainkan tentang menghadirkan rasa dihargai, kebahagiaan, dan harapan bagi mereka yang kerap berada di pinggiran perhatian.
LazisNU Ponorogo berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan berbagi. Sebab, di momen Lebaran, kebahagiaan sejatinya bukan hanya tentang apa yang kita kenakan, tetapi tentang siapa saja yang bisa kita bahagiakan.
Penulis : Nanang

