Kepala SPPG Ngrayun Minta Maaf, Klarifikasi Menu Bandeng Presto MBG yang Viral di TikTok

Gambar hanya ilustrasi saja...
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Viral video di media sosial yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa bandeng presto diduga berulat di salah satu SMA di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak penyedia.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngrayun, Makruf Setiawan, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi setelah video tersebut ramai diperbincangkan di TikTok.
“Kami mohon maaf atas segala kegaduhan yang terjadi. Semua ini murni kesalahan kami,” ujar Makruf dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan akun TikTok Al Haqq yang memperlihatkan menu MBG berupa ikan bandeng presto yang disebut telah dipenuhi belatung. Video tersebut memicu beragam reaksi warganet dan memantik kritik terhadap kualitas menu yang diberikan kepada siswa.
Menanggapi hal tersebut, Makruf menjelaskan bahwa bandeng presto yang dibagikan kepada siswa bukan diproduksi di dapur SPPG. Pihaknya membeli produk bandeng presto dari suplier, kemudian melakukan proses pengemasan ulang menggunakan metode vakum di dapur.
“Bandeng presto tidak diproduksi di dapur kami. Kami membeli dari suplier kemudian dilakukan proses packing dengan vakum di dapur,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa menu tersebut merupakan bandeng presto tulang lunak, sehingga memiliki tekstur yang lembek dan aroma amis khas ikan bandeng. Menurutnya, menu tersebut sebenarnya masih memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum dikonsumsi.
Meski demikian, Makruf menegaskan proses pengemasan dan distribusi telah dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Petugas dapur, kata dia, telah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat proses pengemasan hingga pendistribusian makanan.
“Kami tetap menjalankan proses packing dan distribusi sesuai standar keamanan pangan dengan menggunakan APD lengkap,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut, pihak SPPG Ngrayun berkomitmen melakukan perbaikan dalam pengelolaan dapur sekaligus mengganti menu bandeng presto yang dinilai kurang layak.
Menu pengganti itu rencananya akan dibagikan bersamaan dengan menu MBG pada Senin mendatang.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan mengganti menu bandeng presto yang kurang layak dengan menu lainnya. Menu pengganti akan dikirim bersamaan dengan menu hari Senin,” jelas Makruf.
Ia juga memastikan bahwa penggantian menu tersebut tidak akan mengurangi anggaran program MBG.
“Penggantian menu tidak diambil dari anggaran MBG. Sepenuhnya akan ditanggung oleh mitra,” tegasnya.
Pernyataan ini diharapkan dapat meredam polemik yang sempat memanas di media sosial sekaligus menjadi evaluasi bagi pengelolaan program MBG di wilayah Ngrayun.
Penulis : Nanang