BREAKING NEWS

Lumpur dan Pisang di Dukuh Tengger: Potret Protes Warga atas Jalan Rusak di Bancangan

Aksi protes warga tanam pohon pisang diatas jalan rusak di Dukuh Tengger Bancangan Sambit 

PONOROGO, SINYALPONOROGO 
– Pemandangan tak lazim menghiasi jalan poros Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, Selasa malam (10/03/2026). Puluhan warga Dukuh Tengger bersama tokoh masyarakat dan pemuda setempat "menyulap" jalan rusak menjadi kebun pisang dadakan. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan dan dinilai salah penanganan.

​Jalan yang menghubungkan Desa Bancangan dengan Desa Nglewan ini sebelumnya mengalami rusak berat. Alih-alih membaik, upaya pengurukan yang dilakukan pemerintah desa menggunakan material wadeg (tanah urug) dari sungai sekitar justru menjadi bumerang. Guyuran hujan lebat pasca-pengurukan mengubah jalur sepanjang 80 meter tersebut menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui.

Minim Koordinasi, Warga Merugi

​Ketua RT 01 RW 01, Slamet, menyayangkan langkah sepihak yang diambil pihak desa. Menurutnya, proses pengurukan tersebut dilakukan tanpa komunikasi dengan pengurus RT maupun warga terdampak.

​"Informasi yang kami terima, anggarannya dari desa. Tapi mengapa tidak ada koordinasi? Akhirnya begini, jalan makin parah, becek, dan berlumpur. Karena sudah tidak layak lewat, ya lebih cocok kami tanami pisang saja," ujar Slamet di sela-sela aksi warga dari 4 RT tersebut.

Akses Vital Pertanian dan Wisata

​Kegusaran warga bukan tanpa alasan. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian, terutama menuju kawasan Wisata Tengger dan lahan pertanian warga. Apalagi, musim panen sudah di depan mata.

​"Kasihan petani kalau mau angkut hasil panen. Jika kondisi jalan begini, mobilitas lumpuh. Kami hanya ingin ada perhatian serius dan perbaikan yang layak, bukan sekadar urug yang justru menambah masalah," tambahnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bancangan maupun Kecamatan Sambit belum memberikan konfirmasi resmi terkait aksi tanam pisang tersebut. Meski demikian, upaya konfirmasi terus dilakukan guna mencari titik temu dan solusi bagi warga Dukuh Tengger agar akses vital mereka kembali berfungsi normal.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar