Safari Ramadan di Masjid Baiturrohim Bungkal, Camat Ajak Warga Kelola Sampah 3R dan Bijak Gunakan HP
![]() |
| Kompak, usai kegiatan Safari Ramadhan forkopimca Bungkal foto bersama |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Bungkal untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan pembangunan kepada masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar di Masjid Baiturrohim, Desa Bungu, Kecamatan Bungkal, Jumat malam, 6/3/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bungkal Wasis, AP, M.Si bersama tokoh masyarakat, perangkat desa, serta jamaah setempat.
Dalam sambutannya, Wasis menyoroti persoalan sampah yang kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa Bupati Ponorogo telah mengeluarkan surat edaran terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurutnya, masyarakat didorong untuk mulai menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah nyata mengurangi volume sampah.
“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Sampah tidak hanya dibuang, tetapi bisa dikelola kembali melalui konsep 3R, yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang,” ujar Wasis.
Ia menambahkan, pola pengelolaan sampah berbasis lingkungan akan membantu menciptakan desa yang lebih bersih sekaligus menekan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, mubalig Kyai Komarudin mengajak jamaah untuk memaknai Ramadan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki diri.
Ia menilai perkembangan teknologi, khususnya penggunaan telepon genggam (handphone), kini menjadi persoalan krusial di tengah masyarakat.
“Handphone bisa membawa manfaat besar jika digunakan dengan baik. Namun juga bisa membawa dampak negatif jika tidak dikendalikan,” ungkapnya.
Kyai Komarudin juga menjelaskan tingkatan puasa dalam Islam. Pertama adalah puasa umum, yakni menahan makan, minum, serta hubungan suami istri pada siang hari.
Kedua adalah puasa khusus, yaitu menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa, termasuk menjaga lisan, pandangan, dan perilaku.
Sedangkan tingkat yang lebih tinggi adalah puasa khususul khusus, di mana tidak hanya fisik yang menahan diri, tetapi hati dan pikiran juga dijaga dari hal-hal yang menjauhkan manusia dari Allah.
Ia juga mengingatkan jamaah agar memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, termasuk menghidupkan malam-malam yang diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.
“Banyak ulama menyebut Lailatul Qadar hadir pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah agar tidak melewatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan buah tangan berupa Al-Qur’an dari Kepala KUA Kecamatan Bungkal, Triwiyono, S.Ag., M.H. kepada pengurus takmir Masjid Baiturrohim. Penyerahan itu menjadi simbol dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di lingkungan masjid.
![]() |
| Secara simbolis perwakilan dari KUA Bungkal serahkan buah tangan kepada pengurus masjid Baiturrahim Bungu Bungkal |
Safari Ramadan ini pun berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan. Selain mempererat ukhuwah, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk saling mengingatkan, baik tentang persoalan lingkungan maupun nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan.
Penulis : Nanang


