BREAKING NEWS

SH Terate Ponorogo Sabet Juara Umum Kejurkab 2026, Tegaskan Tradisi Emas di Bumi Reog

Sukses, PSHT cabang Ponorogo juara umum Kejurkab 2026, tampak Moh. Komarudin tengah ketua PSHT cabang Ponorogo boyong piala juara umum didampingi bunda lisdyarita Plt Bupati Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo kembali menunjukkan dominasinya di gelanggang pencak silat. Dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ponorogo, SH Terate sukses mengunci gelar Juara Umum, mempertegas tradisi prestasi di Bumi Reog.

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 April 2026 di GOR Bulutangkis Ponorogo itu menjadi panggung adu kualitas bagi para pesilat terbaik. Mengusung semangat “Bertanding dengan hormat, menang dengan bermartabat”, ajang ini mempertemukan kategori remaja hingga dewasa dari berbagai perguruan silat.


Di tengah persaingan yang kian ketat, SH Terate tampil dominan. Mereka mengoleksi total 23 medali, terdiri dari 15 emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan konsistensi pembinaan dan kedalaman kualitas atlet yang merata di berbagai kelas.

Tak hanya itu, dua atlet SH Terate juga dinobatkan sebagai Pesilat Teladan, memperkuat citra bahwa prestasi yang diraih tak lepas dari nilai karakter dan sportivitas yang dijunjung tinggi.

Ketua SH Terate Cabang Ponorogo, Komarudin, menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kerja kolektif. 

“Ini bukan sekadar kemenangan, tapi hasil dari disiplin, doa, dan semangat persaudaraan. Kami bangga, karena para atlet tidak hanya bertanding untuk menang, tetapi juga menjaga marwah organisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, capaian ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. “Kejurkab ini bukan akhir, melainkan awal untuk menatap level provinsi hingga nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, pelatih tim Aji Bangkit Pamungkas menilai kualitas Kejurkab tahun ini meningkat signifikan. Persaingan antarperguruan, menurutnya, semakin kompetitif dan memberi banyak pelajaran.

“Levelnya sudah tinggi, hampir merata. Ini bagus untuk perkembangan atlet. Alhamdulillah, anak-anak bisa tampil maksimal dan tetap menjunjung sportivitas,” katanya.

Kejurkab 2026 juga menunjukkan wajah baru kompetisi pencak silat di daerah. Penggunaan sistem penilaian digital hingga siaran langsung menambah transparansi sekaligus daya tarik publik. Dukungan panitia, aparat keamanan, hingga masyarakat membuat gelaran berlangsung tertib dan meriah.


Penyerahan trofi juara umum menjadi penutup yang sarat makna. Bukan hanya simbol kemenangan, tetapi juga penegasan bahwa SH Terate Ponorogo masih menjadi kekuatan utama dalam peta persilatan daerah.

Di tengah riuh tepuk tangan dan sesi foto bersama, satu pesan menguat: tradisi juara bukan sekadar diwariskan, tetapi terus diperjuangkan.(Nang/Humas).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar