Sterida Competition 2026: Ajang Prestasi dan Panggung Bakat Pelajar Se-Karesidenan Madiun

Aneka tari kreasi ditampilkan dalam Sterida competition 2026
PONOROGO, SINYALPONOROGO - SMK PGRI 2 Ponorogo atau dikenal dengan sebutan Sterida kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui gelaran Sterida Competition 2026, yang digelar meriah pada Ahad, 10 Mei 2026, di halaman lingkungan sekolah. Ajang tahunan yang telah memasuki usia ke-12 ini bukan sekadar lomba, melainkan ruang tumbuh bagi bakat, kreativitas, sekaligus karakter pelajar.
Sebanyak 520 peserta dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini. Mereka datang dari berbagai daerah di wilayah Karesidenan Madiun, menjadikan ajang ini sebagai salah satu magnet kegiatan pelajar terbesar di kawasan tersebut.
Kepala sekolah Agus Pariadi dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin OSIS yang dirancang secara serius dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan kegiatan yang tiba-tiba. Ini adalah agenda tahunan OSIS yang bertujuan memunculkan bibit-bibit baru sesuai bidang lomba yang kita selenggarakan,” ujarnya.
Tahun ini, Sterida Competition menghadirkan 9 bidang lomba, mulai dari akademik hingga seni dan religi, yakni Olimpiade IPA, PPKN, Matematika, Tari Kreasi, Tari Ganong, Dai, Tartil, Adzan, Dacil, serta tambahan baru Kaligrafi yang memperkaya nuansa kompetisi.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini juga menjadi strategi promosi sekolah yang dikemas elegan. Namun, di balik itu, ada misi yang lebih besar: membentuk karakter siswa, melatih kemandirian pengurus OSIS, dan menanamkan nilai sportivitas sejak dini.
![]() |
| Agus Pariadi Kepala sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo |
Suasana kompetisi berlangsung semarak. Sorak dukungan dari pendamping dan peserta berpadu dengan penampilan-penampilan kreatif di atas panggung. Dari lantunan tartil yang syahdu hingga gerakan energik Tari Ganong, semuanya menjadi potret kekayaan potensi generasi muda.
Agus Pariadi juga menekankan pentingnya kejujuran dan proses dalam berkompetisi.
“Silakan bertanding dengan sejujur-jujurnya dan sesportif mungkin. Kami yakin jika prosesnya benar, hasilnya akan mengikuti,” pesannya kepada para peserta.
Ia juga mengingatkan para dewan juri untuk menjaga objektivitas dalam penilaian, demi menjaga kepercayaan publik dan nama baik sekolah.
“Kami titip nama besar SMK PGRI 2 Ponorogo agar kegiatan ini terus berlanjut dan semakin baik di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Sterida Competition bukan hanya milik hari ini. Ia adalah investasi masa depan—ruang di mana bakat ditemukan, keberanian diuji, dan mimpi mulai disusun. Di tengah kompetisi yang sehat, tumbuh generasi yang siap melangkah lebih jauh.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, SMK PGRI 2 Ponorogo kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka bagi pelajar berprestasi di Ponorogo dan sekitarnya.
Penulis : Nanang

