Harlah ke-50 MI Nurul Huda Grogol Sawoo: Setengah Abad Menyemai Generasi Berakhlakul Karimah
![]() |
| Gema sholawat pada harlah MI Nurul Huda Grogol Sawoo Ponorogo bersama Gus Farhan Liulil albab (Gus Ulil) |
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Suasana halaman MI Nurul Huda Grogol, Kecamatan Sawoo pada Senin (22/6/2026) malam tampak berbeda. Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-50 madrasah tersebut—sebuah momentum penting yang menandai perjalanan panjang lembaga pendidikan berbasis Islam dalam mencetak generasi berakhlakul karimah.
Acara ini menghadirkan dai kondang KH. Nur Sholikin Al Hafidz, LC yang memberikan tausiyah keagamaan, serta hiburan religi hadroh dan sholawatan bersama Gus Farhan Liulil Albab (Gus Ulil) dari Ponorogo. Kombinasi dakwah dan seni islami tersebut sukses membangun suasana religius sekaligus meriah.
![]() |
| Para jamaah gema sholawat dan pengajian dalam rangka harlah MI Nurul Huda Grogol Sawoo Ponorogo |
Awalnya, acara dijadwalkan dihadiri oleh Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita. Namun karena agenda mendesak yang tidak bisa ditinggalkan, kehadiran tersebut diwakili melalui video ucapan. Dalam pesannya, ia menyampaikan apresiasi dan harapan besar.
“Selamat Harlah ke-50 MI Nurul Huda Grogol Sawoo. Semoga semakin maju dan jaya dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah,” ucapnya.
Setengah Abad Perjuangan dan Keikhlasan
Kepala MI Nurul Huda, Achmad Banding Abdullah Fikri, M.H, menegaskan bahwa usia 50 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata perjalanan panjang yang dilandasi keikhlasan dan perjuangan.
Menurutnya, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.
“Ini adalah amanah besar yang harus terus kami jaga. Milad ke-50 menjadi momentum muhasabah—melihat ke belakang untuk bersyukur, dan menatap ke depan dengan niat kuat untuk terus berkhidmat,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan pengajian dan sholawatan ini menjadi wasilah keberkahan bagi madrasah agar tetap istiqomah dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Pendidikan Dasar: Fondasi Generasi Beriman
Sementara itu, Plt Kepala Kemenag Ponorogo, Moh Thohari, S.Ag., M.H, menekankan pentingnya pendidikan agama sejak dini. Ia menyebut ada tiga kunci dalam membentuk anak yang cerdas dan beriman:
- Mendekatkan anak dengan ulama
- Mendekatkan anak dengan masjid
- Mendekatkan anak dengan Al-Qur’an
Ia juga mengapresiasi capaian MI Nurul Huda yang tahun ini berhasil meluluskan sekitar 102 siswa, dengan bekal tidak hanya akademik, tetapi juga hafalan Al-Qur’an.
“Ini bagian penting dari pembangunan bangsa. Pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas,” tegasnya.
Berkah Ekonomi dan Kebersamaan Warga
Tak hanya menjadi ajang religius, peringatan Harlah ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM tampak memadati area sekitar lokasi acara. Dagangan mereka laris manis diserbu pengunjung.
Selain itu, keterlibatan pemuda karang taruna dalam pengelolaan parkir turut membantu kelancaran acara, menunjukkan sinergi positif antara lembaga pendidikan dan masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat, Mas Agung, mengaku bangga dengan perkembangan MI Nurul Huda yang dinilainya semakin maju dari waktu ke waktu.
“Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ini terlihat dari semakin banyaknya siswa yang menempuh pendidikan di sini,” ungkapnya.
Menatap Masa Depan
Peringatan Harlah ke-50 ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang sekaligus pijakan untuk masa depan. MI Nurul Huda Grogol Sawoo telah membuktikan diri sebagai lembaga yang konsisten menjaga nilai-nilai keislaman, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, madrasah ini diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul—tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak.
Selamat Harlah ke-50 MI Nurul Huda Grogol Sawoo. Semoga terus maju, jaya, dan penuh keberkahan.
Penulis : Nanang



