Puluhan SMP Negeri di Ponorogo Kekurangan Murid, Total Defisit Capai Ratusan Siswa

Farida Nuraini
Ketua SPMB Kabupaten Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo memunculkan fenomena yang cukup mencolok. Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) negeri dilaporkan mengalami kekurangan jumlah peserta didik baru.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo sekaligus Ketua SPMB, Farida Nuraini, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi di banyak sekolah dengan jumlah kekurangan yang bervariasi. Bahkan, ada sekolah yang mengalami defisit cukup besar hingga puluhan siswa.
“Memang pada SPMB tahun ini, ada cukup banyak SMP negeri yang belum memenuhi pagu. Jumlah kekurangannya berbeda-beda di tiap sekolah,” ujarnya kepada media Senin, 29/6/2026.
Defisit Capai Ratusan Siswa
Berdasarkan data sementara, setidaknya terdapat 24 SMP negeri yang belum memenuhi kuota. Dari jumlah tersebut, 20 sekolah terdata mengalami kekurangan total sedikitnya 641 siswa.
sekolah dengan kekurangan cukup signifikan antara lain:
- SMPN 1 Sawoo: kurang 83 siswa
- SMPN 1 Babadan: kurang 48 siswa
- SMPN 5 Ngrayun: kurang 44 siswa
- SMPN 2 Satu Atap Jambon: kurang 43 siswa
- SMPN 1 Pudak: kurang 40 siswa
- SMPN 1 Sooko dan SMPN 2 Bungkal: masing-masing kurang 38 siswa
Sementara sekolah lainnya mengalami kekurangan di kisaran belasan hingga puluhan siswa.
Adapun beberapa sekolah lain juga dilaporkan belum memenuhi pagu, meski belum dirinci jumlah pastinya, seperti SMPN 3 Slahung, SMPN 2 Jenangan, SMPN 2 Jetis, dan SMPN 5 Sawoo.
Dibuka Pendaftaran Offline
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mengambil langkah strategis dengan membuka pendaftaran siswa baru secara offline.
Langkah ini diharapkan dapat menjangkau calon peserta didik yang sebelumnya belum terakomodasi dalam sistem pendaftaran online.
“Kami membuka kesempatan pendaftaran offline agar pagu yang masih kosong bisa segera terpenuhi,” jelas Farida.
Penulis : Nanang