BREAKING NEWS

Gotong Royong Sambut Grebeg Tutup Suro, TNI-Polri dan Warga Bersihkan Monumen Bantarangin

Kerja Bhakti bersihkan area monumen Bantarangin jelang tutup grebeg Suro 2026

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Menjelang perhelatan budaya Grebeg Tutup Suro 2026, suasana gotong royong tampak hidup di kawasan Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Sabtu (11/7/2026). Anggota Koramil Tipe B 0802/05 Kauman bersama unsur lintas sektor dan masyarakat turun langsung membersihkan lingkungan monumen yang menjadi salah satu pusat kegiatan.

Sekitar 10 personel Koramil 05 Kauman yang dipimpin Bati Wanwil Serma Edy Susanto terlibat dalam kerja bakti tersebut. Mereka bergabung dengan jajaran Polsek Kauman, pemerintah kecamatan, petugas Puskesmas, dinas lingkungan hidup, hingga warga sekitar.

Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari persiapan menyambut agenda tahunan Grebeg Tutup Suro yang sarat nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Ponorogo. Kawasan Monumen Bantarangin dipilih karena menjadi salah satu titik strategis dalam rangkaian kegiatan.

“Kerja bakti ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat. Semua bersinergi untuk menyukseskan Grebeg Tutup Suro,” ujar Serma Edy Susanto.

Menurutnya, kesiapan lokasi menjadi faktor penting agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan prioritas utama dalam mendukung kenyamanan pengunjung maupun kelancaran acara.

Dengan peralatan sederhana, para peserta kerja bakti membersihkan rumput liar, mengangkut sampah, serta merapikan area sekitar monumen. Aktivitas tersebut berlangsung dalam suasana guyub dan penuh kebersamaan.

“Alhamdulillah, kondisi lokasi saat ini sudah siap, terutama dari sisi kebersihan. Harapannya, seluruh rangkaian acara bisa berjalan lancar dan sukses,” tambahnya.

Grebeg Tutup Suro sendiri menjadi salah satu agenda budaya penting di Ponorogo yang selalu menarik perhatian masyarakat. Selain sebagai tradisi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.

Sinergi lintas sektor yang ditunjukkan dalam kerja bakti ini menjadi gambaran kuat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar