BREAKING NEWS

Jalan Rusak vs KDMP Diluruskan, Dandim: Beda Anggaran

Letkol Arh Faruk Saputra 
Dandim Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Komandan Kodim Ponorogo, Letkol Arh Faruk Saputra, meluruskan polemik yang berkembang di media sosial terkait perbandingan antara kondisi jalan rusak dengan pembangunan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) di sejumlah wilayah.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan coffee morning bersama insan pers di Aula Kodim Ponorogo, Selasa (14/7/2026). Di hadapan wartawan, Dandim menegaskan bahwa narasi yang menyandingkan dua hal tersebut tidak tepat dan berpotensi menyesatkan publik.

“KDMP itu program dari pemerintah pusat. Tidak bisa disandingkan dengan persoalan jalan rusak karena beda anggaran dan kewenangan,” tegasnya.

Progres KDMP di Ponorogo

Dandim mengungkapkan, dari total 307 desa/kelurahan di Kabupaten Ponorogo yang menjadi sasaran pembangunan KDMP, saat ini sebanyak 252 titik telah terealisasi, baik yang sudah selesai maupun yang masih dalam tahap pengerjaan.

Dari jumlah tersebut, 159 KDMP telah rampung 100 persen, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian akhir.

Meski progres fisik terbilang tinggi, hingga kini belum ada KDMP yang resmi beroperasi. Hal itu disebabkan masih dilakukannya penyempurnaan sarana dan prasarana penunjang.

“Masih kita lengkapi, seperti kendaraan distribusi, rak, dan kebutuhan operasional lainnya. Kalau sudah siap semua, baru bisa dijalankan,” jelasnya.

Ia memastikan, seluruh KDMP ditargetkan siap dan akan diresmikan secara bertahap pada Agustus 2026, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Luruskan Opini yang Keliru

Faruk juga menyoroti berkembangnya opini di media sosial yang membandingkan pembangunan KDMP dengan kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa kedua hal tersebut tidak dapat disandingkan.

Menurutnya, KDMP merupakan program strategis pemerintah pusat dengan skema anggaran tersendiri, sedangkan perbaikan jalan memiliki jalur kebijakan dan pembiayaan berbeda.

“Narasi seperti itu perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.

Peran Media Jadi Kunci

Dalam forum tersebut, Dandim kembali menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.

Ia berharap insan pers dapat ikut mengawal program KDMP sekaligus membantu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kebijakan pembangunan.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah, dan media, program KDMP di Ponorogo diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar