SMK PGRI 2 Ponorogo Dipercaya Perusahaan Tambang Raksasa, 9 Siswa NTB Tempuh Pendidikan Beasiswa Penuh

Moment spesial, Kedatangan Wildan Mahendra Ramadhani dari PT Aman Mineral NTB di SMK PGRI 2 Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Kepercayaan dunia industri terhadap kualitas pendidikan vokasi kembali ditunjukkan kepada SMK PGRI 2 Ponorogo. Tahun ini, sebanyak 9 siswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menempuh pendidikan di sekolah tersebut melalui program Beasiswa SMK Unggulan yang digagas PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
Program beasiswa yang telah memasuki tahun keenam ini menyasar generasi muda usia produktif dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Tujuannya tidak sekadar pendidikan formal, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kehidupan pasca tambang.
![]() |
| Cinderamata, Agus Pariadi, kepala sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo serahkan blangkon kepada Perwakilan PT Aman Mineral NTB |
Wildan Mahendra Ramadani, Senior Specialist Departemen Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.
“Beasiswa ini kami arahkan untuk membentuk generasi yang siap kerja, tidak hanya di sektor tambang, tetapi juga di berbagai industri nasional,” ujarnya dalam kunjungannya di SMK PGRI 2 Ponorogo Senin, 13/7/2026.
Pada tahun ini, total penerima beasiswa mencapai 61 siswa. Sebanyak 45 siswa ditempatkan di enam sekolah mitra di Kudus, 9 siswa di SMK PGRI 2 Ponorogo, dan 7 siswa lainnya di SMK Brantas Karangkates, Malang.
Tahun Ketiga, Kepercayaan Meningkat
Kerja sama antara PT Amman Mineral Nusa Tenggara dengan SMK PGRI 2 Ponorogo kini memasuki tahun ketiga. Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, menyebut peningkatan jumlah siswa dari NTB menjadi indikator kuat kepercayaan perusahaan terhadap kualitas lulusan sekolahnya.
“Awalnya 7 siswa, sekarang menjadi 9 siswa. Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa lulusan kami dinilai mampu memenuhi kebutuhan industri,” jelasnya.
Menurut Agus, tingkat serapan lulusan menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan kuota penerima beasiswa setiap tahunnya. Artinya, semakin tinggi lulusan yang terserap di dunia kerja, semakin besar peluang sekolah mendapat kepercayaan lebih.
Diakui Secara Nasional
Masuknya perusahaan tambang besar dari luar Jawa dalam kemitraan ini juga menjadi penanda bahwa SMK PGRI 2 Ponorogo telah melampaui batas reputasi lokal.
Sekolah tersebut kini tak hanya dikenal di Ponorogo, tetapi juga mulai diperhitungkan di tingkat nasional sebagai penyedia tenaga kerja terampil.
Salah satu faktor penentu adalah keberadaan jurusan Teknik Alat Berat (TAB), yang menjadi satu-satunya di Ponorogo. Program keahlian ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri, baik di sektor pertambangan, konstruksi, maupun logistik.
“Jurusan TAB menjadi kekuatan utama kami. Kebutuhan tenaga kerja di bidang ini terus ada, bahkan di luar sektor tambang,” tambah Agus.
Beasiswa Penuh, Pembinaan Ketat
Program Beasiswa SMK Unggulan ini bersifat full scholarship. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga transportasi, ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
Berbeda dengan skema pendidikan berasrama pada umumnya, SMK PGRI 2 Ponorogo memilih menggandeng masyarakat sekitar untuk menyediakan tempat tinggal (kos) bagi para siswa. Sistem ini dinilai mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih adaptif.
Pihak sekolah juga memastikan pengelolaan kebutuhan siswa dilakukan secara menyeluruh. Setiap tiga siswa didampingi satu wali asuh untuk memastikan pembinaan berjalan optimal, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. PT Amman Mineral Nusa Tenggara mewajibkan adanya jaminan keamanan bagi siswa, termasuk dalam aktivitas perjalanan harian dari tempat tinggal ke sekolah.
Kawah Candradimuka Generasi Emas
Melalui kerja sama ini, PT Amman Mineral Nusa Tenggara berharap SMK PGRI 2 Ponorogo dapat menjadi “kawah candradimuka” bagi generasi muda dari wilayah tambang.
Harapannya, para penerima beasiswa tidak hanya lulus dengan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan mental untuk bersaing di dunia kerja nasional.
Dengan meningkatnya kepercayaan industri, SMK PGRI 2 Ponorogo kian menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan yang mampu menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan nyata pasar kerja.(Nang/Red).
