“Akses Terbuka Sebagian, Ancaman Belum Usai: Hari Keempat Evakuasi Longsor Wagir Kidul”

Proses evakuasi mobil Honda Jazz dari timbunan material longsor di desa Wagir Kidul pulung Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Setelah empat hari tertutup rapat oleh material longsor, akses jalan yang menghubungkan Desa Wagir Kidul dan Banaran, Kecamatan Pulung, akhirnya terbuka pada Minggu (23/11/2025). Namun pintu itu belum benar-benar kembali bagi warga. Petugas masih menahan pembukaan total karena ancaman tanah susulan yang masih mengintai dari atas tebing.
“Kondisi tanah masih gembur dan belum stabil. Kami khawatir kalau dilewati warga, longsoran bisa terjadi lagi. Jadi meski akses sudah terbuka, tetap kami tutup sementara demi keamanan,” terang Suhariyanto, Kepala Desa Wagir Kidul, kepada Sinyal Ponorogo.
Sejak Rabu (19/11/2025), material longsor mengubur jalur penghubung dua desa tersebut hingga lima meter. Upaya evakuasi berlangsung maraton, melibatkan alat berat dan tim gabungan dari BPBD, perangkat desa, TNI, dan Polri.
Hari keempat membawa kabar lebih baik. BPBD berhasil mengeluarkan satu unit Honda Jazz merah dan satu sepeda motor dari tumpukan tanah.
“Sampai hari keempat ini, sudah ada tiga mobil—pick up, Panther, dan Honda Jazz—serta tiga motor yang berhasil dievakuasi. Tinggal satu motor yang belum ditemukan karena masih tertutup longsor,” jelas Suhariyanto.
Cuaca cerah sejak pagi menjadi berkah tersendiri. Para petugas bekerja tanpa hambatan berarti hingga sore hari. “Alhamdulillah, cuaca sangat mendukung. Petugas bisa bekerja optimal menyingkirkan material longsor,” tambahnya.
Meski progres pembersihan cukup signifikan, kewaspadaan tetap diutamakan. Petugas menilai kontur tanah di titik longsor masih bergerak dan rentan ambrol sewaktu-waktu. Warga pun diimbau bersabar hingga jalur benar-benar dinyatakan aman untuk dilalui.
Di tengah ancaman yang belum sepenuhnya reda, kerja keras tim gabungan dan dukungan alam hari itu menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana selalu dimulai dari sedikit celah harapan—jalan yang perlahan terbuka, meski belum sepenuhnya aman.
Penulis : Nanang