BREAKING NEWS

Pasar Jenar Pagerukir, Kuliner Tradisional Berbalut Alam dan Sejarah Watu Dukun

Suasana pasar Jenar desa Pagerukir Sampung Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
- Minggu pagi di Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Ponorogo, menghadirkan suasana berbeda. Di bawah rindangnya pepohonan jati, Pasar Jenar yang digelar di kawasan situs Watu Dukun menjadi ruang santai bagi warga yang ingin berburu kuliner tradisional sekaligus menikmati alam pedesaan.

Pasar yang berada di kawasan Desa Pagerukir ini menyuguhkan aneka jajanan lawas berbahan hasil panen warga sekitar. Uniknya, transaksi tidak dilakukan dengan uang tunai, melainkan menggunakan koin kayu bernominal Rp2.000 hingga Rp20.000 yang harus ditukar terlebih dahulu oleh pengunjung.

Petugas tukar koin syarat bisa belanja di pasar Jenar Desa Pagerukir Sampung 

Keberadaan Pasar Jenar tak lepas dari keprihatinan warga terhadap kelestarian sumber mata air Watu Dukun. Mata air ini selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan warga Pagerukir, mulai dari irigasi sawah hingga kebutuhan mandi dan mencuci.

“Singkong kalau dijual mentah harganya murah. Tapi kalau diolah jadi gatot, getuk, atau jajanan lain, nilainya jauh lebih tinggi,” ujar Erna Kristiani, inisiator sekaligus pengelola Pasar Jenar.

Beragam makanan tradisional tersaji, mulai dari klepon, cenil, ongol-ongol, lupis, grontol, gatot, klenyem, jemblem, jongkong, hingga piscok dan awok. Makanan khas Ponorogo seperti nasi pecel pincuk daun jati, soto, dawet, jadah uran, pisang goreng, dan jatah bakar juga tersedia. Para penjual tampil dengan busana tradisional tempo dulu, memperkuat nuansa jadul yang autentik.


Nilai tambah lain, pasar ini berada tepat di kawasan Situs Watu Dukun, peninggalan bersejarah yang diyakini berasal dari era Prabu Airlangga. Perpaduan kuliner, alam, dan sejarah menjadikan Pasar Jenar tak sekadar tempat jajan, tetapi juga ruang edukasi dan wisata budaya.

Saat ini, Pasar Jenar hanya buka Minggu Pahing atau sebulan sekali. Namun, melihat antusiasme pengunjung yang terus meningkat, pengelola berencana membuka pasar dua kali dalam sebulan mulai Januari 2026.

“Ini sudah pembukaan keempat. Pengunjung makin ramai, jadi pedagang sepakat ke depan buka dua kali sebulan,” kata Erna.

Erna Kristiani 
Inisiator sekaligus pengelola pasar Jenar Pagerukir Sampung 

Pantauan Sinyal Ponorogo, pasar mulai ramai sejak pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Pengunjung datang tak hanya dari desa sekitar, tetapi juga luar daerah. Lapak-lapak nongkrong yang disediakan pengelola membuat suasana kian nyaman.

Antri, pedagang pasar Jenar di Pagerukir Sampung Ponorogo 

Marno, warga Pagerukir yang bertugas sebagai juru parkir, berharap dukungan lebih dari pemerintah desa. 

“Kalau sarana prasarana dilengkapi, pengunjung pasti makin betah,” ujarnya.

Pasar Jenar kini tumbuh sebagai contoh bagaimana kearifan lokal, pelestarian alam, dan ekonomi warga bisa berjalan beriringan—sederhana, tetapi bermakna.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar